Hukum Menggugurkan Kandungan Hasil Zina Dalam Islam

Diposting pada

Hukum Menggugurkan Kandungan dari kacamata agama memanglah cukup rumit. Tetapi, sesungguhnya apa dalil tentang aborsi menurut Islam?

Di luar negri, kelompok anti aborsi memakai Alkitab untuk dasar alasan mereka. Akan tetapi, wanita di negara – negara Arab pula masih tergantung pada bermacam hukum aborsi yang didasari interpretasi hukum Islam di tiap negara.

Terdapat 3 negara di Arab yang mempunyai hukum yang berbeda tentang aborsi:

  1. negara- negara semacam Irak, semacam serta Tepi Barat Palestina serta Jalur Gaza, melarang prosedur ini.
  2. Bahrain, Iran, Lebanon, Oman, Suriah, Uni Emirat Arab serta Yaman mengizinkan aborsi cuma buat menyelamatkan hidup wanita. 
  3. Yordania, Kuwait, Qatar serta Arab Saudi, ketentuan aborsi yang dibolehkan dikecualikan dalam keadaan yang dapat menyebabkan komplikasi kesehatan.

Doktor Hazal Atay di Paris Institute of Political Studies yang sudah lama bekerja di bidang hak reproduktif, berkata kalau di Tunisia serta Turki disaat ini mempunyai hukum aborsi yang sangat tidak ketat.

Hukum Menggugurkan Kandungan
Hukum Menggugurkan Kandungan

Bagaimanakah hukum aborsi dalam Islam?

Bagi Hazal, Hukum Menggugurkan Kandungan Dalam Islam mempunyai sekian banyak pemikiran yang berbeda tentang aborsi sebagian besar melarangnya, aborsi sesungguhnya diperbolehkan dalam situasi tertentu.

“Terdapat banyak pemikiran yang berbeda,” katanya.“Kita ketahui jika di masa Kekaisaran Ottoman, sekolah Hanafi dari Islam Sunni mempunyai pendekatan yang lebih toleran terhadap isu aborsi hingga abad ke 18. Bagi sekolah ini, aborsi tidak haram, tetapi makruh hingga usia kehamilan 4 bulan.”

Sebagian interpretasi dari bacaan hukum Islam apalagi memandang fetus selaku suatu jiwa yang hidup sesudah periode 4 bulan. Waktu pada saat seseorang manusia memperoleh ruh diucap dalam sebutan keagamaan selaku“ ensoulment.”

Baca :  Tanda-tanda Kehamilan yang Mudah Dikenali Setelah Berhubungan

“ Tidak terdapat sekolah Sunni yang mengizinkan aborsi sesudah waktu ini, sebab diduga fetus telah mempunyai kehidupan sesudah usia janin 4 bulan,” kata Hazal.“ Sekolah Maliki dari Islam Sunni, yang dominan terletak di Afrika Utara, merupakan yang sangat ketat, serta mereka tidak memperbolehkan aborsi di tahapan mana juga.”

Hazal setelah itu berkata kalau dalam Islam Syiah, yang tersebar di Iran, Irak serta Bahrain, aborsi umumnya dilarang sesudah implantasi, yang berarti pada saat embrio menempel pada bilik uterus, yang berlangsung dalam sebagian hari sesudah pembuahan.

Tetapi, Lelila Hessini, wakil pimpinan program Global Fund for Women yang berbasis di Amerika Serikat, yakin kalau Islam lebih toleran dari pada agama lain dalam perihal aborsi.

“Hukum menggugurkan kandungan di sebagian besar negara Muslim lebih progresif dari pada undang – undang anti – perempuan yang kita amati di bagian Selatan Amerika Serikat,” kata Hessini kepada The Media Line melalui email.“ Misalnya, Tunisia, suatu negeri dengan kebanyakan penduduk Muslim, mengganti hukum aborsi pada 1973. Undang – undangnya lebih progresif serta aborsi lebih bisa diakses dari pada di sebagian negeri bagian di Amerika Serikat.”

Dalam suatu postingan yang diterbitkan di Reproductive Health Matters Journal, Hessini menulis kalau hukum Islam terbuka buat bermacam interpretasi terpaut aborsi. Tetapi, ia pula melaporkan kalau seluruh pemimpin agama serta penerjemah di daerah Timur Tengah serta Afrika Utara merupakan laki- laki.

Ia berkata kalau aborsi lebih dapat diterima secara sosial serta lebih bisa diakses hingga abad ke 19 di Mesir serta Turki. Tidak hanya itu, bagi sebagian sejarawan, hak wanita, tercantum hak reproduktif, dibuat sebagai hukum Eropa serta dimasukkan ke dalam sistem hukum Timur Tengah.

Bagi Hessini, disaat ini posisi terhadap aborsi bermacam- macam, meski keluarga berencana sangat dianjurkan di segala negeri Timur Tengah serta Afrika Utara. Aborsi secara universal dilarang sesudah fetus menggapai“ ensoulment” ( 4 bulan sesudah kehamilan ), kecuali buat menyelamatkan kehidupan wanita.

Baca :  Berhubungan Intim Saat Menstruasi Apakah Berbahaya?

Hukum menggugurkan kandungan hasil zina

Meski banyak larangan hukum di seluruh negara, Faktanya 25% dari seluruh kehamilan secara global berakhir dengan aborsi induksi, dapat dengan obat ataupun dengan cara pembedahan.

Organisasi Kesehatan Dunia ( World Health Organization ) memperkirakan paling tidak 25 juta aborsi yang tidak sesuai prosedur berlangsung di semua negara maju.

Praktek aborsi yang tidak sesuai dengan prosedur ini berakhir pada kematian sebanyak 47. 000 wanita per tahun, dengan catatan 5 juta wanita mempunyai disabilitas.

Larangan dalam menggugurkan kandungan ini tidak menyebabkan jumlah aborsi menyusut. Tetapi, batas hukum ini membuat wanita mempertaruhkan hidup serta kesehatan mereka dengan mencari layanan aborsi yang berbahaya.

Organisasi HAM Internasional sudah mengakui kalau layanan aborsi yang sah serta bagus sangat berguna buat menjamin hak asasi manusia terutama untuk wanita.

Mifepristone serta misoprostol, keduanya merupakan obat buat aborsi yang telah teruji, Obat ini bisa dipesan melalui online. Misalnya, Website Caralancar yang dapat dihubungi melalui Chat Via WhatsApp.

World Health Organization melaporkan kalau aborsi di dunia kedokteran  umur kehamilan 3 bulan tidak butuh datang ke klinik aborsi. Wanita selalu mempunyai cara untuk menggugurkan kandungan.

Hukum yang ketat cuma membuat aborsi dilakukan secara ilegal, tidak sesuai prosedur, Sehingga kegagalan yang akan membuat perempuan trauma.

Gambar Gravatar
Memberikan informasi akurat tentang bagaimana cara menggugurkan kandungan dengan cepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *